February 2, 2012 //
Kisah Nyata,
Kisah Sahabat Nabi //
Artikel: kisahmuslim.com
Beliau adalah Abu Abdillah
Utsman bin Affan bin al-Ash bin Umayyah bin Abdi Syams bin Abdi Manaf. Nasab beliau bertemu dengan nasab Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam pada
kakek keempat yaitu Abdu Manaf, di masa jahiliah beliau dipanggil Abu
Amr namun tatkala dari istri beliau yaitu Ruqayyah binti Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam terlahir
seorang laki-laki yang diberi nama Abdullah lalu beliau berganti
menjadi Abu Abdillah, dan beliau masyhur dengan julukan
dzu nurain (pemilik dua cahaya).
Di masa jahiliyah
Utsman bin Affan
adalah seorang yang terpandang dan dimuliakan oleh kaumnya. Beliau
dikenal sebagai seorang yang sangat pemalu, hartawan, dan pemilik petuah
yang didengar. Karena itulah ia sangat dicintai dan dimuliakan oleh
kaumnya. Ia tidak pernah sujud kepada sebuah patung pun, tidak pula
berbuat keji, tidak pernah meminum khamar baik sebelum maupun setelah
Islam. Utsman bercerita, “Aku tidak pernah bernyanyi, tidak pula panjang
angan-angan, aku pun tidak pernah menyentuh dzakarku dengan tangan
kananku setelah aku gunakan tangan itu untuk membai’at Rasulullah
shalallahu ‘alaihi wa sallam, aku tidak pernah minum khamar di masa jahiliah maupun setelah Islam.”